Petikan Dialog: KDrama 2011 – Me Too, Flower! – Episod 15

KDrama 2011 - Me Too, Flower!

Petikan Dialog: KDrama 2011 – Me Too, Flower! – Episod 15
Versi Bahasa Inggeris dan Bahasa Melayu
(Dialogue Quotes: KDrama 2011 – Me Too, Flower! – Episod 15)


Cha Bong Seon (Lee Ji A)’s Monologue:

Everyone probably has memories like these,
of a mother making tasty food for the family…
of a father being the safe harbor for the family…

But, if the storm was too intense,
perhaps the safe harbor will also be blown by the wind,
and the hot steaming rice with soup will also become cold.
Therefore, the children that grew up in that atmosphere,
grew up without learning how to love and be loved.

Now, I really feel that I am all grown up.
The father that who didn’t know how to express himself,
who did not explicitly express his love,
but had instead, silently listened to my request.
And listened to one more (another) very difficult request.

What problems those two worked out,
I don’t know.
But I only hope that the two of them
can be happier than they were.

The ones that want to be loved,
will love.
The ones that want to be in love,
will love as well.
The ones in pain need love.
The ones that were hurt in the past,
need to love so that they are not hurt again.

Love… is like the medicine you put on your wounds.
Whether it (the love) is like paper window coverings in winter…
Even if the paper window coverings in my heart are not eternal…
I will try my best not to blame anyone.

Right now, I’m sufficiently filled with warmth,
and sufficiently filled with happiness.
Now that I know how to love and be loved.

===============================================================

Monolog Cha Bong Seon (Lee Ji A):

Semua orang mungkin pernah memiliki kenangan sebegini,
si ibu menyediakan hidangan yang lazat buat seisi keluarga…
si ayah pula menjadi pelabuhan yang paling selamat, tempat bergantung bagi seisi keluarga…

Namun, seandainya taufan yang melanda itu terlalu ganas,
berkemungkinan pelabuhan yang selamat itu akan turut hanyut dibawa badai,
dan nasi serta sup yang hangat itu berkemungkinan akan bertukar menjadi dingin.
Maka, anak-anak yang membesar dalam suasana sedemikian,
akan membesar tanpa mengenal erti mencintai dan dicintai.

Kini, aku merasakan diri ini telah benar-benar dewasa.
Si ayah yang tidak tahu bagaimana untuk meluahkan perasaannya,
yang tidak pernah menzahirkan kasih-sayangnya,
walau bagaimanapun, telah dalam diam mendengar isi hatiku.
Dan dia sekali lagi mendengar satu lagi permintaanku.

Masalah apakah yang berjaya mereka selesaikan?
Aku tidak tahu.
Aku cuma mampu berharap agar mereka berdua
mampu hidup dengan lebih bahagia berbanding sebelumnya.

Mereka yang ingin dicintai,
akan dicintai.
Mereka yang ingin mencintai,
akan juga dicintai.
Mereka yang dalam kesengsaraan perlukan cinta.
Mereka yang suatu masa dahulu pernah terluka,
juga perlukan cinta agar mereka tidak berasa terluka lagi.

Cinta… adalah umpama ubat yang menyembuhkan luka.
Sama ada ianya hanyalah umpama kertas penghadang angin di musim sejuk…
Dan meskipun kertas penghadang angin di hatiku itu mungkin tidak dapat bertahan selama-lamanya…
Namun, aku akan cuba sebaik mungkin untuk tidak menyalahkan sesiapa.

Saat ini, aku berasa cukup dengan segala kehangatan yang kurasai,
dan aku berasa cukup dengan segala kebahagiaan yang kumiliki.
Kini aku tahu bagaimana untuk mencintai dan dicintai.


Sumber:
Terjemahan Bahasa Inggeris: DarkSmurfSub
Terjemahan Bahasa Melayu:
花火 Hana-bi

About 花火 Hana-bi

Simply a K-Addict

Posted on Tuesday, 17 January 2012, in K-Drama, Petikan Dialog and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s